- Anggaran MBG Resmi Diturunkan Menjadi Rp 268 Triliun, Berikut Penjelasannya
- Indonesia Resmi Meraih Peringkat Pertama di Dunia Terkait Transparansi Perpajakan
- Bank Indonesia Ungkap Penyebab Lemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS
- Pembangunan 357 Hunian Tetap di Sumatera Telah Resmi Selesai Pada Hari Ini
- Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
Anggaran MBG Resmi Diturunkan Menjadi Rp 268 Triliun, Berikut Penjelasannya
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sejak beberapa pekan yang lalu, program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) sempat menjadi polemik di kalangan masyarakat Indonesia.
Polemik yang dimaksud ialah program MBG mendapatkan tanggapan positif dan negatif di mata masyarakat Indonesia, sebagian masyarakat mendukung adanya program MBG, dan sebagian juga terdapat masyarakat yang tidak mendukung adanya program MBG.
Pihak yang mendukung tersebut mengaku bahwa program MBG adalah program yang sangat penting dan mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, seperti meningkatkan kualitas gizi serta fokus belajar bagi anak generasi bangsa dan negara, menekan angka stunting, menekan angka kemiskinan, meningkatkan roda perekonomian rakyat, dan meringankan beban keluarga khususnya bagi kalangan menengah kebawah.
Sedangkan, pihak yang tidak mendukung mengaku bahwa program MBG adalah program yang masih mempunyai banyak kelemahan dan menimbulkan dampak negatif, seperti meningkatkan ancaman kesehatan yakni kasus keracunan massal akibat mengonsumsi MBG, meningkatkan potensi gulung tikar bagi pihak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kantin sekolah, membebani tenaga pengajar dan pengawasan sekolah, kualitas gizi yang tidak bisa merata, dan meningkatkan potensi pemborosan anggaran pemerintahan karena MBG membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 triliun per hari.
Karena terdapat pihak yang kurang mendukung adanya program MBG, akhirnya pemerintah mulai melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan program MBG.
Beberapa langkah pembenahan tersebut ialah meliputi, meningkatkan kualitas pengawasan dan penyaluran dari hulu ke hilir agar tidak ada lagi kasus keracunan massal, meningkatkan pemantauan anggaran agar tidak ada lagi pemborosan atau penyelewengan dana, dan melakukan evaluasi secara berkala.
Bukan hanya melakukan pembenahan saja, tetapi baru-baru ini, pemerintah mengklaim bahwa total anggaran program MBG telah resmi diturunkan atau dipangkas menjadi Rp 268 triliun, dari yang sebelumnya yakni Rp 335 triliun per tahun.
Langkah penurunan atau pemangkasan anggaran tersebut dilakukan guna menanggapi kritik dan saran dari sejumlah masyarakat tentang pemborosan anggaran.
Langkah pemangkasan tersebut juga merupakan strategi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemangkasan anggaran program MBG telah diresmikan berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, tujuan utama dari pemangkasan program MBG yakni untuk memastikan bahwa APBN telah digunakan dengan efektif, efisien, dan berkelanjutan, karena pada dasarnya saat ini seluruh negara di dunia sedang mengalami ketidakpastian global.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, pemangkasan anggaran program MBG menjadi Rp 268 triliun adalah bersifat sementara, dan akan disesuaikan seiring berjalannya waktu.
Bukan semata-mata ingin melakukan penghematan APBN saja, tetapi pemangkasan tersebut juga dilakukan untuk menguji komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) apakah instansi-nya mampu memaksimalkan penyaluran setiap Rupiah dengan sebaik-baiknya, dan memberikan dampak positif dan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pembenahan Tata Kelola

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemangkasan anggaran program MBG bukanlah sebuah kegagalan, melainkan ini adalah awal dari sebuah keberhasilan pemerintah dalam memenuhi gizi pada anak bangsa.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa saat ini seluruh instansi terkait akan melakukan pembenahan tata kelola yang baik dalam program MBG.
Purbaya Yudhi Sadewa berharap bahwa saat ini tidak akan ada lagi pihak yang menyudutkan atau menjelek-jelekan program MBG, karena pada dasarnya pemerintah akan selalu melakukan evaluasi dan pembenahan setiap saat.
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah adalah pihak yang sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran dari seluruh masyarakat Indonesia, jadi jika kedepannya ada usulan tentang program MBG, maka sampaikanlah dengan sebaik-baiknya tanpa adanya provokasi atau demo anarkis di sejumlah daerah.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bahwa pemangkasan anggaran program MBG tidak akan mengganggu para karyawan yang bekerja dalam lini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), jadi tidak akan ada yang namanya pemotongan gaji atau upah, bahkan sampai saat ini program MBG terus diklaim sebagai program yang hebat dan mampu memberikan manfaat serta penjangkauan hingga 61,96 juta penerima manfaat.